Belajar Ragam Tulisan Nonfiksi
Narasumber di akhir pekan ini di isi oleh ibu Siska Distiana, wanita inspiratif dari Klaten, seorang ibu rumah tangga dengan segala bejibun kegiatan dirumah, ditambah sebagai content writer dan freelence editor.
Bu Siska mengawali pemaparan materinya dengan menyampaikan sabda nabi Muhammad saw "Qoyyidul 'ilma bil-kitabi" artinya ikatlah ilmu dengan tulisan, bahwasanya tujuannya adalah untuk knowledge management, copyright milestone, paten. Hal ini berarti bahwa untuk memanagemen atau mengolah pengetahuan yang ada, maka diperlukan wadah untuk menuangkan pengetahuan, ide atau gagasan yang dimiliki dengan menulisnya, sehingga ada rekam jejak dan memiliki hak paten akan kecerdasan intektual.
Dalam kegiatan ini ibu siska menggunakan dua sesi yaitu pertama sesi pemaparan materi kedua sesi tanya jawab.
Sesi 1: Pemaparan Materi
Cukup jelas disampaikan oleh ibu siska bahwa definisi nonfiksi menurut KBBI adalah yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan. Kemudia berdasarkan konteks karya, nonfiksi adalah karya inovatif, dimana penulis bertanggungjawab penuh atas kebenaran dan akurasi atas informasi yang diberikannya.
Kemudian ibu Siska membedakan Ragam nonfiksi, ada beberapa macam ragam nonfiksi diantaranya adalah:
1. Berita
Berita merupakan suatu cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa hangat. Secara garis besar ada dua teknik cara penulisan berita yaitu hard news dan feature. Hard news adalah berita yang to the point, singkat, jelas, lugas dan tidak bertele-tele, sedangkan feature adalah artikel informatif, menarik dan menghibur.
Contoh
2. Esai
Menurut pemaparan ibu siska bahwa esai adalah karangan prosa yang membahas masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Esai ini sering disebut juga opini.
3. Catatan Perjalanan
Catatan perjalanan adalah tulisan tentang sebuah perjalanan atau ulasan tentang suatu yang ditemui dalam perjalanan tersebut, misalnya, ulasan mengenai suatu tempat yang dikunjungi, budaya daerah, makanan khas, serta detail informasi yang ada dan sebagainya.
Contoh model catatan perjalanan. Silahkan akses link dibawah.
4. Artikel Informatif
Artikel informatif yaitu tulisan yang berisi informasi tentang suatu hal, tujuannya adalah untuk menambah pengetahuan pembaca, artikel informasi ini biasanya isinya murni informasi, kemudian dalam bahasa populer sering disebut dengan "artikel feature".
5. Best Practice
Best practice adalah tulisan tentang pengalaman terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan, biasanya dibuat oleh pendidika atau mereka yang terlibat dalam dunia pendidikan. Selain sebagai lesson study, produk tulisan best practice juga bisa menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan.
Sesi 2: Tanya Jawab
Dalam sesi tanya jawab peserta kegiatan sangat antusias memberikan respon. Sebagai contoh peserta kegiatan dari Babel, bernama ibu esti memberikan pertanyaan:
Assalamualaikum...
Ibu , sy Esti dari Babel mau tanya tehnik penulisan Essay itu yg bgmn ya bu... Ada ngk cthnya bu... Tksπ
Jawaban Wa'alaykumsalam Bu Esti, terima kasih atas pertanyaannya π.
Esai itu sama seperti opini di media massa. Bu Esti bisa coba lihat di koran pada kolom opini.
Ketika mau menulis esai, kita tentukan dulu topik apa yang mau kita tanggapi. Kemudian uraikan tanggapan kita seperti apa. Terakhir cari referensi yang terkait jika diperlukan.
Misal, Bu Esti ingin menanggapi tentang kasus positif corona di Indonesia yang terus meningkat. Pertama Ibu kumpulkan dulu data tentang itu, misal jumlahnya berapa, kenaikannya berapa per hari, dan seterusnya.
Kedua, tuliskan apa gagasan Ibu terhadap itu, misal Ibu punya ide tentang bagaimana caranya mengurangi penyebaran corona. Nah uraikan satu per satu, misal pertama di rumah aja, kedua rajin cuci tangan, dan seterusnya. Jangan lupa masing-masing poin dijelaskan.
Ketiga, jika ada referensi untuk mendukung ide Ibu, akan lebih baik. Misal, rajin cuci tangan bisa mencegah penyebaran corona, adakah teori atau pendapat ahli yang menguatkan itu.
Demikian Bu Esti ππΌπ
Contoh esai yang pernah saya tulis nanti saya lampirkan lagi di bawah sini ya Bu. Di internet juga banyak, Ibu bisa googling π
Kemudian peserta atas nama Lusia membarikan pertanyaan.
Slmt malam ibu Siska,penulis bertanggungjawab penuh atas kebenaran informasi,yg saya tanyakan, apakah perlu surat keterangan untuk mempertanggung jawabkan kebenaran itu,kalau perlu bagaimana proses nya? Trims salam dari ibu Lusia.
Halo Ibu Lusia, selamat malam. Terima kasih atas pertanyaannya π€
Tentang surat keterangan, jika tidak ada yang menggugat tidak ada surat keterangan pun tak mengapa Bu.
Surat keterangan kan biasanya diperlukan untuk ranah hukum ya. Jadi, jika tulisan kita dapat diterima dengan baik, tidak disertai surat keterangan pun tak mengapa.
Lalu bagaimana cara membuat surat keterangan tersebut? Humm... jujur saya belum punya pengalaman juga tentang ini. Namun sepertinya bisa kita cari tahu dari institusi pemerintah yang menangani Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), ada Dirjen Kekayaan Intelektual https://www.dgip.go.id/.



Mantap......lanjut buπππ
BalasHapusTerkait sesi 1 poin 1: itu apakh msih disebut brita nonfiksi klo trnyta brita trsebut tdk akurat alias bernuansa hoak, trus poin 1 itu kyknya erat korelasinya dg poin 3 n 5 tpi aq pribadi susah untuk mmbedakn. Mohon pncerahnnya
BalasHapus